Kamis, 07 Juli 2011

Sejarah Masa Lalu sebagai Titik Pijak Kemajuan

Banyak orang merasa bahwa sejarah masa lalu hanyalah kenangan yang tidak harus dikenang lagi oleh manusia. Mengapa? Mungkin ada yang merasa sejarah masa lalunya begitu pahit, sehingga ia tidak perlu mengingat-ingat lagi. Karena itu, mengingat sejarah masa lalu hanyalah saat untuk membangkitkan lagi kepahitan masa lalu.

Andara Rainy (24) adalah Putri Pariwisata Indonesia berdecak kagum ketika menyaksikan dari dekat benda-benda pusaka Keraton Kesultanan Ternate. Selama dua hari, Rabu hingga Kamis awal April 2010, ia berada di bumi rempah-rempah itu untuk menghadiri Legu Gam Moloku Kie Raha, pesta rakyat Maluku Utara 2010.

Setelah menyaksikan Sultan Ternate ke-48 Jo Ou Kolano Mudaffar Sjah melepas kirab obor keliling Kota Ternate, Rabu malam, Andara mengelilingi ruang utama keraton yang terletak di lantai II. Ditemani Permaisuri Sultan Ternate Boki Ratu Nita Budi Susanti, ia antusias melihat pajangan pakaian kebesaran dan panji-panji Kesultanan Ternate yang sudah eksis sejak tahun 1500.

Perempuan kelahiran Jakarta 24 tahun lalu ini berkata, "Saya teringat zaman keemasan kerajaan-kerajaan Nusantara masa lalu. Dulu cuma tahu dari buku-buku pelajaran sejarah, betapa rempah-rempah Ternate diperebutkan Portugis, Spanyol dan Belanda. Sekarang saya sudah berada langsung di keratonnya."

Ia mengagumi Kesultanan Ternate sebagai simpul budaya Nusantara yang hingga kini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Dalam era globalisasi, ia memandang keraton sebagai salah satu pranata pelestari sistem nilai dan budaya bangsa yang luhur.

Sahabat, usaha mengenang sejarah masa lalu bukanlah suatu cara untuk mengungkit luka lama. Mengenang sejarah masa lalu membantu kita untuk membangun kehidupan kita yang lebih baik. Bagi mereka yang mengalami kepahitan di masa lalu, pengenangan sejarah masa lalu menjadi suatu kesempatan untuk memacu diri untuk lebih maju. Bagi mereka yang mengalami masa lalu sebagai masa yang indah dapat menggunakannya untuk memacu dirinya agar lebih maju.

Karena itu, orang mesti melihat sejarah masa lalu sebagai suatu peristiwa yang membantu hidupnya menjadi lebih baik. Mengenal sejarah kehidupan manusia dapat membantu manusia untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Untuk itu, orang mesti berani menerima masa lalunya entah baik atau buruk. Langkah selanjutnya adalah mengolah masa lalu itu menjadi suatu kekuatan untuk pengembangan dirinya.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa mengenal sejarah masa lalu menjadi suatu unsur yang penting dalam hidup ini. Mengenal sejarah masa lalu itu menumbuhkan cinta yang semakin besar terhadap kehidupan. Ternyata ada perjuangan yang begitu besar dalam meraih kesuksesan hidup.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tidak menutup-nutupi sejarah masa lalu kita. Sejarah masa lalu itu kita terima dengan sukacita, sehingga menjadi dasar bagi kita untuk memperjuangkan kehidupan ini. Mari kita berusaha untuk menerima sejarah masa lalu kita untuk kita jadikan titik pijak bagi kemajuan dan kesuksesan hidup kita. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

0 komentar: