Rabu, 06 Juli 2011

Hidup Ini Anugerah Cuma-cuma

Awal April tahun lalu diberitakan hilangnya seorang anak cacat bernama Paulette Gebara Farah di kota Meksiko. Lenyapnya anak berusia emnpat tahun ini menjadi pembicaraan banyak orang di seluruh kota. Orang membicarakan peristiwa itu di jalan-jalan, restoran. Media massa di negeri itu memberitakan peristiwa menyedihkan itu. Bahkan jejaring sosial pun ikut sibuk membicarakan hilangnya anak yang tidak bisa bicara dan berjalan itu.

Gadis cilik itu tinggal bersama orangtuanya di sebuah apartemen mewah. Ibu gadis cilik yang seorang pengacara itu mengalami penderitaan atas peristiwa itu. Ia memasang poster di berbagai tempat. Ia memohon agar kalau ada orang yang menemukan putrinya segera mengembalikannya.

Ia berkata, "Satu-satunya yang saya inginkan adalah mendapatkan anak saya kembali. Dia bocah khusus yang memerlukan orangtuanya, yang tak bisa bertahan sendiri. Dia mempunyai keluarga yang sangat mencintainya dan mau memberikan nyawa mereka untuknya."

Namun para penyelidik polisi menemukan sesuatu yang aneh. Setelah menyelidiki seluruh isi apartemen itu, polisi menemukan jenazah anak itu terbungkus seprei dan terjepit di antara kasur dan tempat tidur. Masyarakat sangat marah mendengar berita itu. Pihak polisi menduga bahwa orangtua anak itu berusaha melenyapkan anak mereka yang cacat itu.

Sahabat, kehidupan manusia adalah segala-galanya. Karena itu, kehidupan itu tidak boleh dilenyapkan. Seorang anak cacat yang membutuhkan bantuan mesti diberi bantuan untuk mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya. Anak-anak seperti ini mesti mendapat dukungan yang khusus. Mereka mesti diperhatikan secara istimewa, karena mereka adalah buah hati dari orangtua sendiri.

Karena itu, orang akan marah begitu mengetahui kehidupan itu disepelekan. Kehidupan yang begitu berharga itu tidak boleh dilenyapkan. Martabat manusia mesti dijunjung tinggi. Ketika martabat manusia itu tidak dijunjung tinggi, yang ada hanyalah penodaan terhadap kehidupan itu sendiri.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa ada penolakan terhadap kehidupan manusia. Mengapa orang sampai hati menolak kehidupan? Karena orang tidak mau repot mengurus kekurangan yang ada dalam dirinya. Orang mau lepas tangan. Orang mau menikmati hidup ini hanya untuk diri sendiri.

Karena itu, mereka merasa bahwa hidup ini hanya untuk mereka sendiri. Akibatnya, kehidupan orang lain tidak dipikirkan. Atau kehidupan orang lain dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk meraih kenikmatan dalam hidup.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hidup ini. Mengapa? Karena hidup ini adalah anugerah. Tuhan memberi kita hidup ini dengan cuma-cuma. Tuhan menghendaki agar kita memperjuangkan hidup ini dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama. Dengan demikian, hidup ini menjadi sesuatu yang berguna. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

0 komentar: