Kamis, 21 Juli 2011

Kurangi Pemanasan Global, Tanam Pohon

Pemanasan global menjadi keprihatinan banyak orang di dunia ini.
Mengapa? Karena pemanasan global itu mengancam kehidupan manusia. Bumi
yang semakin panas menyebabkan hidup ini tidak nyaman. Bumi bukan lagi
menjadi tempat yang aman bagi hidup manusia.

Hal ini disebabkan oleh penghancuran hutan dan ekosistem yang menjaga
bumi ini dari pemanasan global. Hutan tropis yang menyediakan oksigen
dalam jumlah yang besar bagi dunia sudah semakin hilang. Burung-burung
dan binatang-binatang hutan terus-menerus punah. Padahal kehadiran
mereka untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi manusia ini.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena manusia
rakus. Manusia mau menguasai seluruh alam ciptaan Tuhan ini. Manusia
menebang pohon-pohon yang memadati bumi ini dengan alasan yang sangat
suci. Manusia memunahkan binatang-binatang yang menghuni bumi ini.
Akibatnya, bumi semakin memanas. Bumi seolah-olah marah terhadap
bangsa manusia. Bencana alam silih berganti menimpa kehidupan manusia.
Apa yang harus dibuat oleh manusia untuk mengatasi pemanasan global
itu? Pantaskah manusia mencuci tangan terhadap pemanasan global yang
menimpa kehidupan ini? Bukankah manusia mesti bertanggungjawab atas
pemanasan global ini?

Minggu, tanggal 18 April 2010 lalu, pemain film dan presenter Luna
Maya terlibat dalam penanaman pohon di jalan pantai utara di Kecamatan
Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Mngenakan kaus putih
berkerah hijau bertuliskan "Trees for Life", ia bersama 40 karyawan PT
Djarum menghijaukan tepi jalan itu dengan pohon trembesi (Samanea
saman.

Luna mengaku prihatin terhadap kerusakan lingkungan dan pemanasan
global. Salah satu upaya memulihkan kondisi tersebut adalah dengan
menanam pohon, baik di jalur-jalur lalu lintas padat, kawasan
industri, maupun lahan gundul.

Ia berkata, "Jangan lupa, sebisa mungkin pekarangan rumah kita
ditanami pohon. Saya menanam mangga dan rambutan di halaman rumah."
Sebagai upaya konkret menghargai lingkungan hidup, Luna juga berusaha
menghemat air bersih. Ia memilah-milah antara sampah organik dan
anorganik. Pada waktu senggang, dia juga menyempatkan diri menyiram
tanamannya. Ia berkata, "Tanaman itu berguna bagi kehidupan generasi
mendatang."

Sahabat, melestarikan lingkungan hidup dengan menanam pohon di sekitar
kita menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, kita mesti ambil
langkah yang tepat untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan
global. Pohon-pohon yang kita tanam itu bukan hanya berguna bagi diri
kita sendiri. Namun juga berguna bagi generasi mendatang.
Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa peduli terhadap
lingkungan di mana kita hidup. Lingkungan yang segar dan sehat
membantu kita untuk menjalani hidup ini dengan lebih baik. Hutan yang
lestari itu membantu bumi ini terbebas dari pemanasan yang
terus-menerus. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

0 komentar: