Kamis, 30 Juni 2011

Tumbuhkan Kepedulian terhadap Sesama

Ada seorang ibu yang selalu merasa beruntung dalam hidupnya. Ia merasa bahwa banyak orang selalu peduli terhadap hidupnya. Misalnya, ketika ia hendak melahirkan anaknya yang ketiga, ia mendapatkan bantuan dari tetangganya. Mengapa? Karena waktu hendak melahirkan itu suaminya tidak punya uang sama sekali. Suaminya baru saja diPHK dari pekerjaannya.

Karena itu, ia merasa bersyukur atas kepedulian itu. Ia mendoakan tentangganya itu, agar Tuhan senantiasa memberinya rahmat dan rezeki. Selama di rumah sakit, ibu itu pun selalu mendapat kunjungan dari teman-temannya. Mereka juga membawa oleh-oleh baginya. Ia merasakan bahwa Tuhan tetap mengasihinya dengan kehadiran teman-temannya itu.

Ibu itu kini boleh merasa bersyukur atas kebaikan sesamanya. Kebaikan yang telah ia tunjukkan kepada mereka kini berbuah bagi dirinya. Di kampungnya, ibu ini dikenal sebagai orang yang aktif dan peduli terhadap tetangga-tetangganya. Ketika ada tetangga yang sakit, ia datang berkunjung. Ia menghibur mereka yang sedang sakit dan bersedih hati. Ia meluangkan waktunya bagi sahabat-sahabatnya.

Bagi ibu itu, apa yang ia lakukan bagi sesamanya sudah merupakan panggilan hidupnya. Ia selalu tergerak hatinya begitu mendengar ada sesamanya yang mengalami penderitaan dalam hidupnya. Ia tidak tega melihat penderitaan sesamanya. Ia berusaha mendatangi dan menghibur sesamanya yang menderita itu.

Sahabat, kepedulian terhadap mereka yang menderita merupakan bagian dari kehidupan orang beriman. Kepedulian itu mendorong seseorang untuk memberikan hiburan bagi mereka yang menderita. Ada gerakan hati untuk mengunjungi mereka yang menderita. Ada dorongan untuk memberikan dukungan bagi mereka yang menderita, agar dapat bangkit dari penderitaan itu.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kepedulian terhadap sesama memberikan buah kebahagiaan dalam hidup. Orang yang peduli terhadap sesamanya yang menderita mampu meringankan beban penderitaan itu. Orang yang sakit dapat sembuh berkat kepedulian itu. Orang mendapatkan kekuatan moril berkat kepedulian dari sesamanya.

Orang yang beriman teguh akan melaksanakan imannya dalam hidup sehari-hari. Caranya adalah dengan menumbuhkan sikap peduli dalam dirinya terhadap sesamanya. Tentu saja sikap peduli itu tidak datang dengan sendirinya. Sikap peduli itu tumbuh dalam proses hidup manusia. Sikap peduli itu berkembang, ketika orang sungguh-sungguh mengembangkannya. Tidak sekali jadi. Bisa saja orang mengalami jatuh bangun dalam menumbuhkan sikap peduli terhadap sesamanya.

Sebagai orang beriman,kita diajak untuk senantiasa menumbuhkembangkan sikap peduli terhadap sesama. Mengapa? Karena kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita selalu berjumpa dengan sesama. Kita selalu bersentuhan dengan sesama.

Karena itu, kita mesti tetap membuka hati kita bagi penderitaan sesama. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih damai dan sukacita. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

0 komentar: