Selasa, 07 Juni 2011

Menemukan Peluang-peluang di Sekitar Kita

Apakah Anda suka melayani atau suka dilayani? Kalau Anda suka melayani, Anda akan dikatakan sebagai orang yang mudah tergerak melihat kebutuhan orang lain. Anda akan mudah mengulurkan tangan begitu melihat orang lain berada dalam kesulitan. Anda akan merasa bahagia, karena orang yang Anda layani itu menemukan sukacita dalam hidupnya.

Namun kalau Anda suka dilayani, Anda akan dianggap sebagai orang yang hanya mengulurkan tangan minta tolong. Anda akan dikatakan sebagai orang yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Bisanya menuntut orang lain melakukan sesuatu bagi Anda.

Deddy Mizwar, aktor dan sutradara film, merasa risih ketika segala sesuatu mesti dilayani oleh orang lain. Maret tahun lalu ia mengunjungi Yogyakarta. Begitu ia sampai di hotel, orang-orang langsung bergegas melayaninya. Padahal ia sendiri bisa melakukan apa yang harus ia lakukan. Karena itu, ia menamakan hal seperti ini sindrom melayani.

Sambutan seperti itu terutama ia alami ketika ia berada di luar Jakarta. Ia berkata, “Tiap kali ada orang dari pusat (Jakarta) datang, orang di daerah seakan terkena sindrom melayani. Padahal, tak semua orang merasa nyaman dan perlu dilayani seperti itu.”

Namun Deddy Mizwar yang kini berusia 55 tahun ini merasa hal ini dapat memberi inspirasi bagi para sineas muda untuk menemukan ide-ide. Ia mengatakan, ada begitu banyak ide cerita bagi sebuah film di sekitar kita. Karena itu, para sineas muda mesti mampu menangkap hal-hal tersebut untuk memperkaya karya mereka.

Sahabat, ada banyak hal baik di sekeliling kita yang dapat kita ambil untuk kemajuan diri kita. Melayani orang lain dengan sepenuh hati merupakan salah satu sisi kehidupan yang dapat membantu kita untuk semakin menemukan makna hidup bagi kita. Karena itu, kita mesti berani memaksimalkan sebaik-baiknya hal-hal itu bagi hidup kita.

Soalnya, banyak orang merasa bahwa hal-hal yang ada di sekitar mereka itu biasa-biasa saja. Karena itu, tidak bisa digunakan untuk kemajuan hidup mereka. Tentu saja padangan seperti ini berasal dari orang-orang yang kurang kreatif. Mereka memandang hidup ini dari satu segi saja. Mereka memandang hidup ini terlalu picik dan sempit. Mereka begitu gampang menyerah pada situasi yang ada.

Karena itu, orang mesti kreatif untuk menemukan hal-hal yang dapat membantu mereka untuk hidup lebih baik. Ada begitu banyak hal baik di sekitar kita yang dapat kita gunakan untuk kemajuan hidup kita. Untuk itu, kita diajak untuk senantiasa menemukan peluang-peluang yang ada di sekitar kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang-orang yang berguna bagi diri kita dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

0 komentar: