Rabu, 13 Juli 2011

Berani Menghadapi Persoalan Hidup

Suatu hari ada seorang pemuda yang datang kepada seorang guru bijaksana. Ia mengaku ia sedang punya persoalan yang sangat sulit ia pecahkan. Persoalannya, ia harus menjalani studi yang tidak ia sukai. Studi yang sekarang ia jalani itu dipaksakan oleh orangtuanya. Karena itu, ia meminta nasihat kepada guru bijaksana itu untuk memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya itu.

Ia berkata, "Guru, saya tidak bisa mengikuti paksaan orangtua begitu saja. Saya ingin studi menurut apa yang saya kehendaki. Jurusan yang saya geluti sekarang tidak saya sukai. Saya mengalami kesulitan yang luar biasa."

Guru bijaksana itu memandang pemuda itu dengan wajah sedih. Ia menatap dalam-dalam mata pemuda itu. Dalam hati ia bertanya, "Mengapa pemuda ini begitu resah dengan hidupnya?"

Setelah beberapa lama terdiam, pemuda itu berkata, "Guru, bantu saya untuk keluar dari persoalan saya ini. Saya ingin pindah jurusan. Saya tidak kuat lagi."

Sambil menatap matanya, guru bijaksana itu berkata, "Anakku, saya mengerti sekarang ini Anda sedang menghadapi persoalan. Tetapi apakah Anda tidak berpikir sebaliknya? Kalau dulu Anda sekolah di jurusan ini berdasarkan kehendak orangtua, sekarang Anda mesti berpikir bahwa studi Anda saat ini berdasarkan kehendak Anda. Mengapa? Karena saya tidak ingin Anda lari dari persoalan Anda. Anda mesti menyelesaikannya dengan bijaksana."

Sahabat, sering orang mudah lari dari persoalan-persoalan yang dihadapinya. Orang tidak berani menghadapi persoalannya itu. Sebenarnya ketika seseorang melarikan diri dari persoalannya, persoalan itu tetap ada dalam dirinya. Persoalan itu akan tetap menjadi ganjalan bagi hidupnya. Karena itu, cara yang terbaik adalah menghadapi persoalan itu hingga tuntas.

Orang yang sering lari dari persoalannya menunjukkan bahwa orang itu tidak bisa bertanggung jawab atas hidupnya. Orang seperti ini lebih mudah meninggalkan setiap persoalan yang dihadapinya. Sebenarnya hal ini merugikan dirinya sendiri. Mengapa? Karena persoalannya menjadi banyak dan bertumpuk-tumpuk. Ia dililit oleh persoalan demi persoalan. Ia menjadi tidak tenang.

Karena itu, orang beriman itu mesti berani menghadapi setiap persoalan yang dihadapinya. Orang beriman itu mesti berani menyelesaikan persoalan demi persoalan yang dihadapinya. Hanya dengan cara ini, orang bertanggungjawab atas hidupnya. Orang tidak gampang melarikan diri dari persoalan-persoalan.

Mari kita berusaha untuk menyelesaikan setiap persoalan yang kita hadapi dengan lapang dada. Dengan demikian, hidup kita menjadi damai dan bahagia. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

Selasa, 12 Juli 2011

Mensyukuri Anugerah Hidup

Ada seorang pemuda yang selalu berusaha untuk mensyukuri hidup ini. Mengapa? Karena ia merasa bahwa hidup ini anugerah dari Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu memberikan hidup ini kepada manusia. Karena itu, hidup ini bukan milik manusia. Tuhanlah yang memiliki kehidupan ini. Manusia hanya diberi tanggung jawab untuk memelihara hidupnya sebaik-baiknya.

Cara pemuda itu mensyukuri hidup ini adalah dengan menjaga tubuhnya tetap sehat. Ia rajin berolahraga. Ia makan makanan yang sehat dan bergizi. Ia tidak merokok. Ia menjauhi minuman keras. Bahkan ia selalu berusaha untuk mengingatkan teman-temannya untuk selalu hidup sehat. Ia ingin agar usaha mensyukuri hidup ini tidak hanya datang dari dirinya sendiri saja. Ia ingin agar teman-temannya pun mensyukuri hidup ini.

Dengan cara begitu, ia mau mengatakan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk merefleksikan anugerah Tuhan berupa hidup kepada manusia. Dengan mensyukuri hidup ini, manusia akan mengalami kebahagiaan dalam hidupnya. Manusia tidak perlu kuatir akan hidup ini. Mengapa? Karena Tuhan sendirilah yang menyelenggarakan hidup ini. Tuhan sendiri yang melindungi dan menyertai perjalanan hidup manusia. Inilah iman yang ditunjukkan oleh pemuda itu. Dalam iman itu, ia memiliki keyakinan bahwa hidup manusia mesti selalu dipertahankan.

Sahabat, kita hidup di zaman yang serba instan dan serba gampang. Orang tidak mau susah-susah untuk menjalani hidup ini. Kalau ada persoalan, orang gampang melarikan diri. Orang tidak berani menghadapi persoalan hidupnya.

Akibatnya, manusia sering tidak kuat dalam hidupnya. Manusia pasrah begitu saja pada apa yang terjadi pada dirinya. Akibatnya, manusia kurang mensyukuri hidup ini. Kalau dirinya disakiti, ia akan membalasnya dengan menyakiti orang lain.

Untuk itu, apa yang mesti dibuat oleh manusia? Pertama-tama yang harus dilakukan adalah manusia mesti berani menerima hidup ini apa adanya. Manusia mesti berani mempertanggungjawabkan kehidupan yang telah dianugerahkan Tuhan bagi dirinya.

Lantas manusia mesti mensyukuri hidup ini. Artinya, manusia berusaha terus-menerus untuk merawat dirinya. Orang tidak mudah jatuh ke dalam godaan-godaan yang menghancurkan dirinya sendiri. Orang mesti menjaga dan memelihara hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya.

Tentu saja hal ini tidak mudah. Butuh waktu dan perjuangan. Orang tidak bisa mengatakan bahwa dirinya akan seratus persen berhasil dalam hidupnya. Ada berbagai hal yang mesti dilakukan untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Karena itu, sebagai insan ciptaan Tuhan, kita diharapan untuk terus-menerus mensyukuri hidup ini. Dengan demikian, kita akan menemukan kebahagiaan dan damai. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

Senin, 11 Juli 2011

Hidup dalam Proses untuk Meraih Sukses

Kata orang, manusia yang meraih kesuksesan dalam waktu singkat dan instan itu mesti dipertanyakan. Mungkin saja orang tersebut adalah orang yang sangat jenius. Atau orang tersebut baru saja mendapatkan warisan triliunan rupiah. Tetapi kalau hidup biasa-biasa saja, tentu saja orang tidak akan bisa meraih kesuksesan dalam waktu singkat secara instan. Orang mesti berusaha terus-menerus dengan berbagai strategi untuk meraih kesuksesan itu.

Karena itu, dalam benak orang mesti selalu ditanamkan bahwa suatu kesuksesan mesti diraih melalui suatu proses. Dalam proses itu orang dapat saja mengalami jatuh dan bangun. Orang mungkin mengalami kegetiran dalam hidupnya, karena kesuksesan belum juga diraih. Orang mungkin harus mengubah strategi untuk meraih kesuksesan secara maksimal.

Penyanyi dan pencipta lagu populer Melly Goeslaw, misalnya, mengalami bahwa ia tidak meraih kesuksesannya secara instan. Perempuan yang berusia 37 tahun ini memulainya sejak masih sekolah dasar dengan kebiasaan menuliskan kemarahan dan keinginan hati yang malu dia sampaikan kepada orangtuanya.

Ketika membentuk band Potret, lagu-lagunya belum diterima masyarakat. Album pertama mereka hanya laku 3.000 keping. Namun, dia tak berhenti. Potret lalu mengusung konsep minimalis dan lirik nyeleneh. Musik Potret pun mulai diapresiasi para kritikus. Band ini dianggap berani beda, baik musik maupun vokalisnya. Ketika itu, vokalis band umumnya lelaki.

Ia berkata, "Adakalanya secara finansial kita gagal, tetapi secara konsep diakui bagus. Tak selalu kita bisa mendapatkan kedua hal itu sekaligus."

Dari band yang awalnya tidak laku, kemudian Potret menjadi pembuka konser band Slank. Setelah itu, Potret terus berproses hingga lagu-lagunya dikenal masyarakat.

Sahabat, banyak orang bermimpi untuk sukses dalam waktu yang serba cepat. Kalau seseorang membuka usaha tambak ikan, misalnya, ia bermimpi dalam waktu beberapa bulan ia akan meraup hasil yang berlimpah.

Harus dikatakan bahwa orang boleh bermimpi tentang hal ini. Namun orang mesti sadar bahwa bisa saja sebagian besar ikan yang ditabur di dalam tambak itu hilang. Bisa saja di dalam kolam ada predator yang memangsa ikan-ikan yang baru ditabur itu. Karena itu, orang mesti belajar untuk mencermatinya.

Apa yang dialami oleh Melly Goeslaw menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjalani hidup ini dalam suatu proses. Ketika kita menjalani hidup ini melalui suatu proses, kita akan menemukan berbagai kesuksesan dalam hidup ini.

Ketika kita gagal, kita berusaha untuk mencari strategi-strategi baru untuk mengatasi kegagalan itu. Dengan demikian, kita akan meraih sukses bagi hidup kita. Hidup kita menjadi lebih baik dan bahagia. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

Minggu, 10 Juli 2011

Pentingnya Air dan Lingkungan Hidup

Kepedulian terhadap lestarinya lingkungan hidup mesti menjadi bagian dari semangat hidup semua orang. Berbagai cara mesti dilakukan untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan hidup. Semua orang mesti dilibatkan dalam usaha menyelamatkan lingkungan hidup itu. Mengapa? Karena lingkungan hidup itu bukan hanya milik segelintir orang saja. Lingkungan hidup ini milik kita semua.

Apa jadinya kalau lingkungan hidup yang kita diami ini semakin tidak bersahabat dengan kita? Apa jadinya, kalau kita semua hidup di suatu dunia yang gersang? Tentu kita akan mengalami kegelisahan dalam hidup ini. Ketika air menghilang dari bumi kita, misalnya, kita tidak bisa hidup lagi. Ketika pohon-pohon lenyap dari lingkungan kita hidup, misalnya, kita akan mengalami situasi kekeringan.

Karena itu, upaya pelestarian hidup mesti selalu didengung-dengungkan. Band God Bless, misalnya, erpartisipasi dalam konser peduli air Live Earth, Minggu, tanggal 18 April 2010 lalu di Bali. Band rock legendaris yang digawangi Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Abadi Soesman (kibor) dan Yaya Moektio (drum) ini membawakan sejumlah lagu yang sarat pesan sosial dan lingkungan. Lagu-lagu tersebut adalah Biarkan Hijau, Bara Timur dan Anak Adam.

Ia Antono berkata, "Kami senang bisa berpartisipasi di konser Live Earth. Melalui acara ini, kami berharap masyarakat peduli krisis air yang melanda dunia. Minimal mereka tahu ada persoalan itu."

Konser itu merupakan salah satu dari acara serupa yang digelar di berbagai tempat di dunia, seperti di Buenos Aires (Argentina), Cape Town (Afrika Selatan), serta Chicago (Amerika Serikat). Konser Live Earth pertama kali digelar di tujuh benua pada tahun 2007 lalu atas prakarsa produser Kevin Wall bekerja sama dengan mantan Wakil Presiden AS Al Gore.

Konser itu diawali dengan lari bersama sejauh enam kilometer sebagai simbol jarak yang harus ditempuh warga di negara krisis air untuk mendapatkan air bersih. Dari konser itu, tergalang dana guna penyediaan air bersih di desa rawan air di Indonesia.

Sahabat, kesadaraan akan pentingnya air dan lingkungan hidup menjadi sangat mendesak saat ini. Mengapa? Karena air menjadi salah satu sumber kehidupan manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa hidup. Para ahli mengatakan bahwa tubuh manusia ini terdiri dari 70 persen air. Artinya, tanpa air manusia akan menjadi kering dan mati.

Namun sering manusia kurang peduli terhadap hadirnya air dalam hidup ini. Manusia begitu terbiasa untuk mencemari air. Manusia mudah sekali menghancurkan hutan-hutan dari mana sumber air itu berasal.

Karena itu, melalui konser air Live Earth itu mudah-mudahan kita semua disadarkan akan pentingnya air bagi kehidupan kita. Mari kita terus-menerus berusaha untuk melestarikan air bagi kebutuhan hidup kita. Dengan demikian, kita menjadi makhluk yang senantiasa peduli terhadap air dan lingkungan hidup kita. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/

Sabtu, 09 Juli 2011

Jauhkan Diri dari Korupsi

Indonesia mendapat cap negeri terkorup di dunia. Tentu saja cap ini membuat telinga kita memerah. Betapa tidak? Korupsi itu suatu tindak pidana merampok uang rakyat. Karena itu, tidaklah sesuai dengan semangat reformasi yang telah dihembuskan oleh para pemimpin negeri ini.

Beberapa tahun lalu presiden negeri ini sudah menyerukan pemberantasan korupsi. Banyak koruptor yang sudah mendekam di penjara. Namun sistim korupsi pun diubah oleh para koruptor yang masih berkeliaran.

Karena itu, apa yang mesti dibuat? Yang mesti dilakukan adalah memberikan penyadaran kepada setiap insan yang hidup di negeri ini. Orang mesti sadar bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap hati nurani. Orang tidak berani mengakui keterbatasan dirinya. Orang memaksakan diri untuk menjadi kaya dalam waktu singkat.

Salah satu kegiatan penyadaran itu dilakukan oleh Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi. Awal April tahun lalu, ia berpidato di depan ratusan anggota Korpri Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya. Dalam pidatonya, Mahfud membahas habis-habisan soal korupsi di Indonesia.

Ia berkata, "Saya mengimbau, nikmati saja pekerjaan sebagai PNS (pegawai negeri sipil). Lakukanlah pekerjaan dengan jujur, enggak usah macam-macam."

Di hadapan para PNS, Mahfud mengatakan, para koruptor sering kali bersembunyi di balik hukum. Mereka menjadikan hukum sebagai sarana untuk menyembunyikan diri dari segala macam tindakan korupsi.

Ia berkata, "Mereka memang berpegang pada hukum, tetapi tidak pada moral."

Mahfud menilai, kebiasaan buruk korupsi di Indonesia sudah sedemikian parah. Kondisi ini bukan karena jeleknya hukum, melainkan karena buruknya mental masyarakat. Karena itu, pemberantasan korupsi membutuhkan waktu lama.

Sahabat, perubahan sikap hidup dan moral mesti segera dilakukan oleh setiap insan yang hidup di negeri ini. Mengapa? Karena sikap hidup dan moral manusia Indonesia sudah terkontaminasi oleh korupsi yang terjadi di negeri ini. Korupsi sudah mengakar kuat dalam kehidupan manusia. Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari situasi ini adalah mengubah pola hidup, sikap hidup dan moral.

Sebagai orang beriman, kita tentu prihatin terhadap situasi karut marut yang mencabik bangsa kita dengan skandal korupsi. Namun tidak cukup kita hanya prihatin. Harus ada gerakan dari diri kita untuk memerangi korupsi itu.

Caranya adalah dengan hidup ugahari sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kita tidak memaksakan kehendak untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Kita mesti ingat bahwa kita hidup dalam suatu proses. Mari kita berusaha untuk menjauhkan diri dari korupsi. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/