Selasa, 31 Mei 2011

Hidup dalam Kasih Menumbuhkan Persaudaraan

Persoalan penculikan anak-anak belakangan ini marak terjadi di Jakarta dengan berbagai modus. Di Jakarta Utara, misalnya, seorang pelajar dibius tiga pria tak dikenal. Sedangkan dua bocah di Jakarta Pusat ditarik paksa ke dalam kereta oleh seorang pria yang tidak dikenal.

Penculikan itu meninggalkan trauma yang mendalam bagi yang diculik maupun orangtua yang diculik itu. Indah Lestari yang berusia 8 tahun, misalnya, mengaku masih trauma. Dia adalah satu dari dua bocah yang diculik pria tidak dikenal. Kamis pekan lalu (Maret 2010), keduanya dinaikkan ke atas kereta api jurusan Rangkasbitung ke Kota.

Indah berkata, ”Tangan saya dipegangi sampai bengkak. Sakit sekali. Kami tidak bisa lepas.”

Indah bersama temannya bernama Fani diculik lalu dimasukkan ke dalam kereta. Beruntung bagi keduanya. Saat kereta berhenti di Stasiun Angke, Indah berteriak memanggil nama kakaknya yang bernama Eneng. Sang kakak langsung naik ke atas kereta api dan berusaha membebaskan keduanya. Namun ia gagal. Tetapi ia tidak hilang akal. Di stasiun berikutnya, Beos, ia mencari petugas keamanan yang membekuk pria yang tak dikenal yang menculik dua bocah itu.

Sahabat, mengapa terjadi penculikan terhadap anak-anak dalam beberapa waktu terakhir ini? Alasannya bisa macam-macam. Namun satu hal yang pasti adalah orang hanya ingin memenuhi kepentingan dirinya sendiri. Orang hanya mau mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Orang lain boleh mengalami penderitaan. Yang penting dirinya sendiri mengalami kegembiraan dan kebahagiaan.

Tentu saja hal ini tidak benar. Orang tidak bisa dibenarkan menggunakan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Setiap manusia memiliki martabat yang tinggi. Semua orang memiliki harkat dan martabat yang sama.

Karena itu, orang tidak bisa mereduksi harkat dan martabat sesamanya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Orang mesti menyadari bahwa kehadiran sesamanya bukan hanya untuk dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang mesti selalu menjalin kehidupan bersama.

Karena itu, tindakan penculikan itu mesti diperangi dengan menyadarkan para penculik itu. Dengan demikian, para penculik itu sungguh-sungguh memahami kehadiran sesama dalam hidup mereka. Mereka mesti diberi pengertian-pengertian yang mendalam tentang kehadiran sesama. Caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai cinta kasih dalam hidup mereka.

Hidup tanpa cinta hanya menimbulkan kekacauan dalam hidup. Hidup tanpa cinta hanya menumbuhkan kebencian dalam hidup ini. Karena itu, mari kita berusaha untuk menanamkan nilai-nilai cinta kasih dalam hidup bersama. Dengan demikian, hidup bersama ini menjadi kesempatan yang indah dan damai bagi semua orang. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

Senin, 30 Mei 2011

Berusaha Menerima Diri Apa Adanya

Tubuh manusia diciptakan secara sempurna oleh Tuhan. Setiap orang diberi kemampuan-kemampuan yang cukup untuk melanjutkan hidup ini. Apa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita sebenarnya cukup untuk hidup ini. Tinggal bagaimana manusia mengembangkan kemampuan-kemampuannya untuk kesejahteraan dirinya dan sesamanya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang ingin hidup lebih lama daripada waktu yang telah diberikan oleh Tuhan. Berbagai cara ditempuh untuk membuat dirinya tampak lebih mudah. Salah satu cara adalah penggunaan botoks untuk melawan ketuaan. Mereka berpikir bahwa dengan cara ini hidup mereka dapat diperpanjang.

Rachel Weisz mengimbau para petinggi di industri film agar melarang penggunaan botoks bagi para aktor dan aktris sebagai metode untuk melawan penuaan. Baginya, penggunaan botoks itu sama halnya dengan penggunaan steroid bagi olahragawan. Weisz yang berusia 40 tahun ini bersikukuh menolak mengikuti tren penggunaan botoks yang melanda kalangan aktor dan aktris Hollywood.

Bintang film The Mummy Returns ini berharap, rekan-rekannya sesama aktris mau berhenti menggunakan botoks. Mereka mesti mulai menerima usia mereka yang sebenarnya, lengkap dengan kerutan di wajah. Itu bila mereka ingin mendapat penghargaan untuk penampilan mereka.

Ia berkata, ”Seharusnya botoks dilarang bagi aktor dan aktris, seperti steroid bagi olahragawan. Akting adalah soal ekspresi wajah.”

Bicara tentang kesehatan, Weisz berkata, kebahagiaan adalah rahasianya untuk sehat. Ibu dari Henry yang berusia 3 tahun ini percaya bahwa kepuasan batin terhadap kehidupan keluarganya membuat dia tetap sehat.

Weisz yang juga main di The Lovely Bones ini berkata, ”Aku cukup sehat tanpa diet. Aku tetap makan daging dan minum alkohol, tapi tidak berlebihan. Menurutku, kebahagiaan adalah rahasia untuk selalu sehat.”

Sahabat, kita hidup dalam dunia yang mulai mengandalkan kemudahan-kemudahan. Orang ingin mencari cara-cara yang lebih gampang untuk melangsungkan hidup ini. Karena itu, tidak usaha heran orang mengambil jalan pintas untuk hidupnya sendiri. Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa manusia ingin berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Namun cara seperti itu menipu diri sendiri. Semestinya kerut-kerut wajah telah menghiasi dirinya. Namun ditutup dengan botoks yang membuat seseorang tampil lebih muda.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah kesadaran untuk mampu menerima diri apa adanya. Kalau ketuaan sudah saatnya menimpa seseorang, orang mesti berani menerimanya. Orang mesti tidak perlu takut untuk menerima kondisi tubuhnya itu. Orang tidak perlu membalut diri dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kondisi dirinya.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk menerima hidup ini apa adanya. Bukan berarti kita begitu mudah menyerah pada hal-hal yang akan menimpa diri kita. Berkenaan dengan kondisi diri kita, misalnya umur, kita tidak bisa menutup-nutupi. Kita mesti menerima bahwa suatu saat diri kita akan menjadi tua. Keriput-keriput akan mendatangi tubuh kita. Karena itu, yang mesti kita lakukan adalah menerima apa adanya sambil menysukurinya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

Minggu, 29 Mei 2011

Membangun Kesadaran untuk Mencintai Alam

Alam yang kita hidupi sekarang ini merupakan bagian dari hidup kita. Alam yang indah dengan hutan yang menghijau atau air sungai yang alami tidak lagi mendominasi negeri ini. Mengapa? Karena keindahan alam itu telah hilang oleh berbagai tindak pengrusakan.

Karena itu, sekarang ini tampak alam seolah-olah ganas terhadap kehidupan manusia. Banjir terjadi di banyak tempat di musim hujan. Kebakaran menghanguskan begitu banyak hutan alami di musim kemarau. Apa yang mesti kita buat untuk kelestarian lingkungan hidup ini?

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault (48) punya cara sendiri untuk melestarikan lingkungan alam. Selepas dari jabatan menteri, ia memfokuskan diri di dunia pendidikan dan kepencintaalaman. Dunia politik untuk sementara ditinggalkan walau ada tawaran jadi petinggi sebuah partai. Adhyaksa lebih memilih jadi Ketua Umum Vanaprastha, kelompok pencinta alam yang membina generasi muda agar mencintai alam dan Tanah Air.

Tentang hal ini, ia berkata, ”Saya bangga menjadi Ketua Umum Vanaprastha dibandingkan dengan pemimpin sebuah partai. Lingkungan kita sekarang dalam kondisi memprihatinkan. Degradasi dan deforestasi hutan mencapai 2 juta hektar per tahun. Tutupan hutan terus berkurang.”

Dia mengatakan tidak berpolitik dulu. Ia berkata, ”Saya ingin serius dalam masalah lingkungan, dengan menumbuhkan kesadaran cinta alam dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda.”

Sahabat, kesadaran untuk mencintai lingkungan hidup mesti menjadi opsi utama dari setiap orang. Mengapa? Karena ketika lingkungan hidup itu hilang, manusia akan mengalami kegundahan dalam hidupnya. Air tidak cukup lagi untuk kebutuhan hidup manusia, karena hutan yang menyediakan air itu telah hilang. Asap yang senantiasa menyelimuti daerah-daerah kita di musim kemarau akan membuat hidup kita tidak nyaman. Kita akan merasa hidup kita selalu terganggu oleh panas dan debu yang beterbangan.

Untuk itu, sejak dini kita mesti mendidik anak-anak kita untuk menyelamatkan lingkungan hidup yang sangat penting bagi hidup kita. Anak-anak kita mesti dilatih untuk mencintai tanaman yang ada di sekitar mereka. Mereka diberi pengertian untuk tidak dengan mudah menebang pohon atau merusak tanaman yang ada. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi orang-orang yang mencintai lingkungan ini.

Sebagai orang beriman, kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup merupakan tugas utama kita. Kita dipanggil untuk menemukan cara-cara yang terbaik untuk melestarikan lingkungan hidup kita. Untuk itu, kita mesti berusaha keras untuk mengubah cara hidup kita yang cuek terhadap kelestarian lingkungan. Kita mesti menjadi orang-orang yang peduli terhadap kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

Sabtu, 28 Mei 2011

Mengubah Kemarahan Menjadi Berkat

Akhir pekan lalu (akhir Februari 2010) ada dua peristiwa berdarah terjadi di Jawa Timur. Di Pasuruan, seorang anak tega membunuh bapak kandungnya, karena kesal adiknya dipukul. Di kawasan Tapal Kuda di Probolinggo kejadian serupa terjadi. Seorang pria warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo membunuh bapak tirinya.

Bapak tirinya dibacok dengan sebilah celurit hingga tewas bersimbah darah di depan halaman rumahnya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (28/2/2010). Keterangan yang dihimpun adalah sebelum kejadian, kakak pelaku yang bernama Ny Supaida pulang dari Arab Saudi. Selama beberapa tahun bekerja di Arab Saudi, Ny Supaida menitipkan anaknya, Mia (3) kepada bapak tirinya. Begitu pulang ke rumahnya di Desa Menyono, perempuan itu berencana membawa anaknya itu ke Banyuwangi, namun bapak tiri itu melarang.

Tidak terima, sang anak tiri datang bersama Ny Supaida. Mereka naik pitam. Terjadi perang mulut. Di tengah perang mulut itu, pelaku kalap dan langsung menyabetkan celurit ke tubuh bapak tirinya. Akibat sabetan sebilah celurit itu, bapak tiri itu mengalami luka di bagian kedua pergelangan tangan dan lehernya. Ia pun tewas seketika.

Sahabat, kemarahan yang tidak bisa dikendalikan dapat berakibat fatal bagi kehidupan. Orang yang kalap bisa menyebabkan nyawa orang lain melayang. Akibatnya, orang melanggar hak azasi manusia. Orang tidak peduli terhadap hak-hak hidup orang lain. Orang merendahkan martabat manusia.

Manusia yang beradab adalah manusia yang mampu mengolah emosinya yang brutal. Orang yang punya kebudayaan yang tinggi itu orang yang mampu menundukkan kemarahannya. Emosi liar yang dimiliki itu mesti bertekuk lutut dalam dirinya. Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh kemarahan atau emosi dirinya.

Untuk itu, orang mesti berusaha untuk mengendalikan emosi atau kemarahan yang membabibuta. Tentu saja usaha ini tidak berhasil dalam sekejap. Orang tentu mengalami berbagai tantangan dan kesulitan. Orang akan mengalami jatuh dan bangun dalam usaha untuk mengendalikan emosi dalam dirinya. Namun orang tidak boleh berhenti atau putus asa. Orang mesti yakin bahwa dengan mengendalikan emosi itu orang akan dapat menundukkan emosi yang ada di dalam dirinya.

Sebagai orang beriman, kita mesti berusaha untuk mengubah kemarahan yang bernyala-nyala di dalam diri kita menjadi berkat yang melimpah bagi sesama. Untuk itu, kita butuh bantuan dari Tuhan. Kita mesti berani mengandalkan Tuhan ketika kemarahan atau emosi sedang melanda diri kita. Kita biarkan Tuhan masuk ke dalam diri kita untuk bekerja bersama kita menundukkan kemarahan atau emosi itu. Dengan demikian, hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

Jumat, 27 Mei 2011

Menyadari Pentingnya Air bagi Kehidupan

Pete Wentz bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bekerja membangun kesadaran akan pentingnya penyediaan air minum yang layak bagi anak-anak di seluruh dunia. Roker, yang juga ayah seorang anak ini, dipilih sebagai juru bicara nasional untuk ”2010 Unicef Tap Project”, kampanye yang mendorong orang-orang untuk berdonasi minimal 1 dollar AS selama World Water Week, 21-27 Maret 2010. Uang hasil penggalangan dana akan diserahkan kepada yayasan air Unicef.

Wentz tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Pria berusia 30 tahun ini berkata, ”Ini sungguh sebuah kehormatan. Menjadi juru bicara nasional untuk Tap Project dan mendukung upaya penyediaan air bersih bagi anak-anak di negara dunia ketiga.”

Tergeraknya Wentz untuk terlibat dalam proyek ini berdasarkan kenyataan bahwa kurangnya air bersih telah membunuh ribuan anak balita setiap hari. Tentang hal ini, pria yang pernah muncul di serial televisi CSI ini berkata, ”Air terkadang dianggap sebagai hal biasa bagi kami warga Amerika. Kenyataannya, kekurangan air bersih dan minimnya akses air minum telah membunuh 4.100 anak di bawah usia lima tahun setiap hari. Sebagai seorang ayah, aku menjadi sangat peduli terhadap kebutuhan anak-anak.”

Ia mengatakan bahwa pada saat-saat darurat, seperti saat gempa Haiti, air bersih menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu, Wentz terlibat dalam kampanye pengadaan air bersih bagi kehidupan.

Sahabat, kita semua tahu bahwa air sangat penting bagi kehidupan manusia. Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi hidup manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa hidup. Manusia akan mengalami berbagai kesulitan, kalau air tidak mencukupi hidup ini.

Karena itu, manusia mesti selalu menyadari pentingnya air bagi hidupnya. Mungkin sekarang ini di musim hujan ini, kita belum begitu peduli terhadap hadirnya air. Kita masih menganggap remeh tentang air. Namun ketika musim kemarau tiba, banyak orang mulai menyadari pentingnya air. Tentu saja sikap seperti ini bukan sikap yang baik. Orang mesti selalu menyadari pentingnya air bersih dalam hidup sehari-hari. Air yang bersih akan memberikan jaminan kehidupan bagi manusia. Air yang bersih membantu manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Sebagai orang beriman, kita mesti selalu mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah memberikan air kepada kita. Tuhan sungguh tahu akan kebutuhan hidup kita. Tuhan menjamin hidup kita dengan memberi kita air bersih yang berguna untuk kelangsungan hidup kita. Mari kita gunakan air yang ada sebaik-baiknya untuk hidup kita. Dengan demikian, kita selalu menyadari pentingnya air bagi hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com