Seorang pemuda ingin memiliki hidup yang lebih bermutu. Ia ingin agar hidup ini ia jalani dengan lebih baik. Tidak hanya berhembus begitu saja seperti angin. Untuk itu, ia membaca berbagai buku yang berbicara tentang hidup yang bermutu. Dari berbagai sumber itu, ia menemukan bahwa hidup yang bermutu itu dibutuhkan suatu usaha yang keras. Orang harus berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang lebih bermutu.
Soalnya bagi pemuda itu adalah ia ingin meraih hidup yang bermutu dengan tidak perlu kerja keras. Baginya, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dengan cara pintas. Tidak harus melalui proses yang berbelit-belit. Ia ingin mutu hidup itu ia capai tidak dengan kerja keras.
Ia merasa yakin akan pandangannya itu. Namun kemudian ia menemukan berbagai persoalan dalam hidupnya. Hidup yang bermutu yang ia dambakan ternyata tidak ia peroleh. Ia menjadi frustrasi. Ia menjadi orang yang sering bingung dengan dirinya sendiri. Setiap pilihan untuk melangkahkan kaki meraih hidup yang bermutu selalu gagal.
Sahabat, sering orang merasa bahwa hidup yang bermutu itu gampang untuk diraih. Menurut mereka, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dalam waktu singkat. Ternyata tidak! Hidup yang bermutu itu mesti dikembangkan sejak dini. Sejak seseorang terlahir ke dalam dunia ini. Seseorang mesti dibimbing untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya. Berbagai usaha mesti dilakukan untuk menuntun seseorang menemukan hidup yang bermutu.
Hidup yang bermutu itu dicapai dengan usaha terus-menerus sepanjang hidup. Usaha untuk memiliki hidup yang bermutu itu tidak pernah berhenti. Orang yang menghentikan usahanya untuk memiliki hidup yang bermutu akan menemukan banyak kesulitan dalam hidupnya. Mengapa? Karena hidup yang bermutu itu selalu berproses dalam hidup ini.
Ada berbagai rintangan yang mesti dilewati. Ada perjalanan jatuh dan bangun dalam usaha untuk memiliki hidup yang bermutu. Orang yang tidak berhasil menghadapi rintangan hidup akan mengalami berbagai persoalan. Orang yang putus asa dan tetap terpuruk dalam pengalaman jatuh tidak akan memiliki hidup yang bermutu.
Karena itu, orang beriman mesti menyadari betul bahwa hidup yang bermutu itu mesti diraih dalam ketekunan hidup. Tidak dapat dicapai dengan jalan pintas. Hidup yang bermutu itu juga dicapai melalaui hal-hal kecil dan sederhana. Orang tidak perlu bermimpi untuk memiliki hidup yang bermutu setelah melakukan hal-hal besar. Orang mesti berani menerjang berbagai rintangan untuk memiliki hidup yang bermakna. Orang mesti berani bangun lagi setelah jatuh terpuruk.
Mari kita berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang bermutu dalam hidup ini. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih damai dan sukacita. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Senin, 04 Juli 2011
Minggu, 03 Juli 2011
Pentingnya Kehadiran Tanah dalam Hidup
Pernahkah Anda menyadari bahwa tanah tempat Anda berpijak begitu penting dalam hidup Anda? Mungkin banyak orang kurang menyadarinya, karena manusia hidup di atas tanah. Setiap hari memijak tanah. Setiap hari bersentuhan dengan tanah. Jadi tidak begitu dirasakan atau disadari kehadirannya. Orang baru menyadari tanah begitu penting dalam hidupnya, ketika tempat tinggalnya atau bidang tanah miliknya diperkarakan orang lain. Orang lalu mulai mempertahankan tanah miliknya dengan berbagai cara. Bahkan kalau toh harus menumpahkan darah, ia rela melakukannya.
Dalang bertubuh subur, Ki Slamet Gundono (45), tak pernah berhenti mengeksplorasi wayang. Setelah melahirkan wayang buling, wayang nglindur, dan wayang suket, ia pentaskan wayang tanah di Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah, Rabu tanggal 31 Maret 2010 lalu.
Tentang hal ini ia berkata, "Melalui anasir-anasir yang ada di alam, seperti suket (rumput), api, udara, dan tanah, saya memasuki dunia wayang."
Dalam wayang tanah, "panggung"- nya justru di dalam tanah sedalam 1,5 meter dan seluas 25 meter persegi. Di dalam tanah galian itu, Slamet bersama Suprapto Suryodarmo, penari Agus Mbendol, Liling, Waluyo Sastrosukarno, dan Komunitas Wayang Suket berkolaborasi memaknai tanah dalam kehidupan manusia.
Tema yang dia angkat adalah "Sinta (Jahitan Tanah)". Sinta adalah titisan Dewi Widowati dan simbol kesuburan tanah. Slamet membuat Sinta dari lempung dan di akhir pentas, lubang tanah galian ditimbun lagi. Sinta dari lempung dan wayang kulit ditancapkan di atasnya dan ibu-ibu petani warga Sikep, Sukolilo, Pati, menanaminya kembali.
Lewat wayang tanah, ia mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, sekaligus besarnya "kuasa tanah" dalam hidup manusia.
Sahabat, ketika manusia menyadari kehadiran tanah atau alam dalam hidupnya, manusia akan berusaha untuk melestarikannya. Atau paling kurang manusia berusaha untuk menghargai kehadiran tanah itu dalam hidupnya.
Film Water World melukiskan manusia yang kehilangan tanah. Dunia hanya dipenuhi dengan air. Di saat seperti itu, manusia merasakan betapa bergunanya tanah dalam hidupnya. Manusia tidak bisa hidup tanpa tanah.
Manusia lantas mencari daratan atau tanah untuk dapat berpijak. Manusia mencari tanah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Hal ini dilakukan karena manusia sangat membutuhkan tanah untuk melangsungkan hidupnya.
Tuhan telah menciptakan tanah untuk kehidupan manusia. Tuhan memberi kepada manusia kuasa untuk mengelolanya. Namun sering manusia menyalahgunakan kuasa itu dengan membumihanguskan tanah. Manusia kurang puas dengan tanah yang telah dipercayakan kepadanya. Atau manusia mengeksploitasi tanah secara berlebihan untuk kebutuhan dirinya sendiri.
Karena itu, manusia harus sadar bahwa dirinya berasal dari tanah. Tuhan telah menciptakan manusia itu dari tanah. Tuhan telah menyerahkan tanggung jawab untuk melestarikan dan menyelamatkan tanah ke tangan manusia.
Untuk itu, manusia mesti selalu berusaha untuk memelihara tanah. Apa yang dilakukan oleh dalang Ki Slamet Gundono merupakan salah satu cara untuk menyadarkan manusia akan pentingnya tanah bagi hidup manusia. Mari kita berusaha untuk menyadari pentingnya tanah bagi hidup kita. Mengapa? Karena setelah menggunakan tanah untuk kebahagiaan hidup kita, kita akan kembali ke tanah yang sama. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Dalang bertubuh subur, Ki Slamet Gundono (45), tak pernah berhenti mengeksplorasi wayang. Setelah melahirkan wayang buling, wayang nglindur, dan wayang suket, ia pentaskan wayang tanah di Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah, Rabu tanggal 31 Maret 2010 lalu.
Tentang hal ini ia berkata, "Melalui anasir-anasir yang ada di alam, seperti suket (rumput), api, udara, dan tanah, saya memasuki dunia wayang."
Dalam wayang tanah, "panggung"- nya justru di dalam tanah sedalam 1,5 meter dan seluas 25 meter persegi. Di dalam tanah galian itu, Slamet bersama Suprapto Suryodarmo, penari Agus Mbendol, Liling, Waluyo Sastrosukarno, dan Komunitas Wayang Suket berkolaborasi memaknai tanah dalam kehidupan manusia.
Tema yang dia angkat adalah "Sinta (Jahitan Tanah)". Sinta adalah titisan Dewi Widowati dan simbol kesuburan tanah. Slamet membuat Sinta dari lempung dan di akhir pentas, lubang tanah galian ditimbun lagi. Sinta dari lempung dan wayang kulit ditancapkan di atasnya dan ibu-ibu petani warga Sikep, Sukolilo, Pati, menanaminya kembali.
Lewat wayang tanah, ia mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, sekaligus besarnya "kuasa tanah" dalam hidup manusia.
Sahabat, ketika manusia menyadari kehadiran tanah atau alam dalam hidupnya, manusia akan berusaha untuk melestarikannya. Atau paling kurang manusia berusaha untuk menghargai kehadiran tanah itu dalam hidupnya.
Film Water World melukiskan manusia yang kehilangan tanah. Dunia hanya dipenuhi dengan air. Di saat seperti itu, manusia merasakan betapa bergunanya tanah dalam hidupnya. Manusia tidak bisa hidup tanpa tanah.
Manusia lantas mencari daratan atau tanah untuk dapat berpijak. Manusia mencari tanah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Hal ini dilakukan karena manusia sangat membutuhkan tanah untuk melangsungkan hidupnya.
Tuhan telah menciptakan tanah untuk kehidupan manusia. Tuhan memberi kepada manusia kuasa untuk mengelolanya. Namun sering manusia menyalahgunakan kuasa itu dengan membumihanguskan tanah. Manusia kurang puas dengan tanah yang telah dipercayakan kepadanya. Atau manusia mengeksploitasi tanah secara berlebihan untuk kebutuhan dirinya sendiri.
Karena itu, manusia harus sadar bahwa dirinya berasal dari tanah. Tuhan telah menciptakan manusia itu dari tanah. Tuhan telah menyerahkan tanggung jawab untuk melestarikan dan menyelamatkan tanah ke tangan manusia.
Untuk itu, manusia mesti selalu berusaha untuk memelihara tanah. Apa yang dilakukan oleh dalang Ki Slamet Gundono merupakan salah satu cara untuk menyadarkan manusia akan pentingnya tanah bagi hidup manusia. Mari kita berusaha untuk menyadari pentingnya tanah bagi hidup kita. Mengapa? Karena setelah menggunakan tanah untuk kebahagiaan hidup kita, kita akan kembali ke tanah yang sama. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Belajar Terus-menerus untuk Tumbuhkan Iman
Keinginan untuk belajar terus-menerus merupakan bagian dari manusia yang hidup. Hal ini menandakan bahwa orang masih terus ingin maju dan berkembang. Orang yang berhenti belajar itu orang yang tidak mau maju. Orang yang juga takut gagal dalam hidupnya. Orang yang takut terhadap diri sendiri. Karena itu, belajar terus-menerus menjadi keharusan bagi orang yang ingin bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya.
Penyanyi dan aktris Miley Cyrus, misalnya. Walau sudah punya nama besar, terutama di kalangan remaja, pemain film yang berusia 17 tahun ini mengaku masih tidak puas menyaksikan aktingnya di film terbarunya The Last Song (2010). Ia bahkan berterus terang setelah melihat film itu dia benar-benar membutuhkan panduan atau kelas akting.
Ia berkata, "Saya memang tidak pernah ambil pelajaran akting atau sejenisnya sebelumnya. Tetapi bukan berarti saya tak membutuhkannya. Ketika saya melihat film saya di bioskop, saya langsung memutuskan akan belajar lagi soal akting."
Cyrus merupakan ikon remaja yang sukses mewujudkan cita-citanya menjadi pemain film dan menyanyi. Ia dibesarkan Disney melalui serial televisi Hannah Montana. Ia mendapat banyak kesempatan mengembangkan kariernya di dunia hiburan.
Ia mengaku punya banyak keinginan yang mau ia wujudkan. Bintang High School Musical ini berkata, "Terus terang, di bidang akting layar lebar saya terlalu banyak keinginan. Saya seakan-akan ingin mencoba semuanya. Suatu hari, saya bilang kepada ibu saya kalau saya ingin bermain film action, tapi di hari lain saya ingin bermain di film komedi. Saya ingin fokus di salah satunya."
Sahabat, manusia hadir di dunia ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung perjalanan hidupnya. Untuk itu, manusia mesti mau belajar. Manusia mesti mau belajar banyak hal untuk membekali perjalanan hidupnya. Tidak bisa manusia hanya duduk-duduk lantas dapat maju dan berkembang. Manusia mesti menyadari bahwa melalui kegiatan belajar terus-menerus itu manusia dapat membangun hidupnya menjadi lebih baik.
Seorang tukang jahit, misalnya, akan belajar terus-menerus dari mode-mode yang sedang ngetrend di zaman ini. Kalau ia berhenti belajar, ia akan ketinggalan zaman. Ia tidak dapat menjadi seorang penjahit yang laris manis dibanjiri para pelanggan. Ia mesti berani belajar dan berinovasi untuk memajukan dirinya dalam dunia mode. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena begitu cepatnya berkembang mode di zaman kini.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah tekad dan ketekunan. Orang yang hanya belajar setengah-setengah juga tidak akan berhasil dengan baik. Kisah di atas mengatakan kepada kita bahwa suatu prestasi dapat diraih berkat kerja keras dan belajar terus-menerus. Ketekunan membantu seseorang mampu meraih apa yang diinginkannya.
Sebagai orang beriman, kita diharapkan untuk terus-menerus belajar mendalami iman kita kepada Tuhan. Banyak orang jatuh ke dalam godaan-godaan, karena berhenti mendalami imannya. Orang begitu mudah puas dengan iman tipis yang dimilikinya. Akibatnya, ketika persoalan-persoalan datang menimpanya, ia meninggalkan Tuhan yang diimaninya itu. Ia memilih untuk mengandalkan kekuatan-kekuatan gaib.
Untuk itu, mari kita belajar terus-menerus mendalami iman kita. Dengan demikian, kita dapat bertumbuh dan berkembang untuk meraih sukacita dan damai. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Penyanyi dan aktris Miley Cyrus, misalnya. Walau sudah punya nama besar, terutama di kalangan remaja, pemain film yang berusia 17 tahun ini mengaku masih tidak puas menyaksikan aktingnya di film terbarunya The Last Song (2010). Ia bahkan berterus terang setelah melihat film itu dia benar-benar membutuhkan panduan atau kelas akting.
Ia berkata, "Saya memang tidak pernah ambil pelajaran akting atau sejenisnya sebelumnya. Tetapi bukan berarti saya tak membutuhkannya. Ketika saya melihat film saya di bioskop, saya langsung memutuskan akan belajar lagi soal akting."
Cyrus merupakan ikon remaja yang sukses mewujudkan cita-citanya menjadi pemain film dan menyanyi. Ia dibesarkan Disney melalui serial televisi Hannah Montana. Ia mendapat banyak kesempatan mengembangkan kariernya di dunia hiburan.
Ia mengaku punya banyak keinginan yang mau ia wujudkan. Bintang High School Musical ini berkata, "Terus terang, di bidang akting layar lebar saya terlalu banyak keinginan. Saya seakan-akan ingin mencoba semuanya. Suatu hari, saya bilang kepada ibu saya kalau saya ingin bermain film action, tapi di hari lain saya ingin bermain di film komedi. Saya ingin fokus di salah satunya."
Sahabat, manusia hadir di dunia ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung perjalanan hidupnya. Untuk itu, manusia mesti mau belajar. Manusia mesti mau belajar banyak hal untuk membekali perjalanan hidupnya. Tidak bisa manusia hanya duduk-duduk lantas dapat maju dan berkembang. Manusia mesti menyadari bahwa melalui kegiatan belajar terus-menerus itu manusia dapat membangun hidupnya menjadi lebih baik.
Seorang tukang jahit, misalnya, akan belajar terus-menerus dari mode-mode yang sedang ngetrend di zaman ini. Kalau ia berhenti belajar, ia akan ketinggalan zaman. Ia tidak dapat menjadi seorang penjahit yang laris manis dibanjiri para pelanggan. Ia mesti berani belajar dan berinovasi untuk memajukan dirinya dalam dunia mode. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena begitu cepatnya berkembang mode di zaman kini.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah tekad dan ketekunan. Orang yang hanya belajar setengah-setengah juga tidak akan berhasil dengan baik. Kisah di atas mengatakan kepada kita bahwa suatu prestasi dapat diraih berkat kerja keras dan belajar terus-menerus. Ketekunan membantu seseorang mampu meraih apa yang diinginkannya.
Sebagai orang beriman, kita diharapkan untuk terus-menerus belajar mendalami iman kita kepada Tuhan. Banyak orang jatuh ke dalam godaan-godaan, karena berhenti mendalami imannya. Orang begitu mudah puas dengan iman tipis yang dimilikinya. Akibatnya, ketika persoalan-persoalan datang menimpanya, ia meninggalkan Tuhan yang diimaninya itu. Ia memilih untuk mengandalkan kekuatan-kekuatan gaib.
Untuk itu, mari kita belajar terus-menerus mendalami iman kita. Dengan demikian, kita dapat bertumbuh dan berkembang untuk meraih sukacita dan damai. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Sabtu, 02 Juli 2011
Mampu Memiliki Impian yang Realistis
Setiap orang punya impian untuk hidup yang lebih baik dan sejahtera. Karena itu, orang berusaha mati-matian untuk meraih impiannya itu. Orang bekerja keras hanya untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Berbagai cara dilakukan, agar impian yang dimiliki dapat tercapai
Pembawa acara, pemain sinetron, dan pelawak Okky Lukman bisa selalu tampil lucu dan ramai. Tak heran perempuan berusia 26 tahun ini dipilih untuk mengawal Idola Cilik, acara pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak, di stasiun televisi RCTI.
Untuk acara itu, dia harus bisa ngemong anak-anak. Ini jelas memerlukan keterampilan dan kesabaran. Semua kerja keras Okky mengawal Idola Cilik membawa hasil. Tahun lalu, dia terpilih menjadi Presenter Talent Show Terfavorit Panasonic Gobel Awards (PGA) 2010. Ia menyisihkan pembawa acara Ivan Gunawan, Eko Patrio, Ruben Onsu, dan Adi Nugroho.
Tentang kesuksesannya, ia berkata, "Aku tak terlalu berharap saat datang ke acara pemberian penghargaan ini. Sainganku berat, mereka punya kelebihan masing- masing."
Saat naik ke panggung menerima penghargaan itu, ia didampingi sang ibu. Penghargaan itu merupakan impian yang telah lama ia pendam. Kali ini ia meraih impiannya. Tentang penghaargaan itu, ia berkata, "Penghargaan ini untuk ibuku, untuk keluargaku. Penghargaan ini membuatku terpacu untuk meningkatkan kualitas agar semakin baik."
Impian Okky yang lain adalah menyelesaikan kuliah di program pascasarjana kelas eksekutif Hukum Pidana Universitas Padjadjaran. Karena itu, ia agak mengerem kegiatannya sebagai pembawa acara. Ia berkata, "Impianku yang lain banyak banget, tetapi aku ingin S2-ku ini selesai dulu."
Sahabat, banyak hal diimpikan oleh manusia untuk kebahagiaan hidupnya. Tentu saja impian-impian itu sah-sah saja. Namun impian itu mesti menjadi sarana untuk memacu diri seseorang dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Impian tidak boleh membuat orang takut untuk menjalani hidup ini. Mengapa? Ketika orang dibebani oleh berbagai impian bisa saja orang menjadi takut. Orang tidak berani melangkahkan kaki untuk terus berusaha.
Tentu saja situasi seperti itu tidak boleh terjadi dalam hidup manusia. Impian-impian yang digantungkan setinggi langit itu mesti menjadi motivasi bagi seseorang untuk kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Untuk itu, orang juga mesti hati-hati dalam menciptakan impian dalam dirinya. Orang mesti realistis. Orang mesti memimpikan sesuatu yang dapat diraih dalam hidupnya.
Karena itu, orang mesti mendengarkan suara hatinya. Suara hati yang jernih akan membantu seseorang dalam memiliki impian-impian. Kisah Okky dapat membantu kita untuk berusaha meraih impian kita tahap demi tahap. Hanya dengan cara seperti itu suatu impian yang indah dapat kita raih dalam hidup ini.
Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tetap menciptakan impian-impian yang mampu memberi kita motivasi untuk meraih damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Pembawa acara, pemain sinetron, dan pelawak Okky Lukman bisa selalu tampil lucu dan ramai. Tak heran perempuan berusia 26 tahun ini dipilih untuk mengawal Idola Cilik, acara pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak, di stasiun televisi RCTI.
Untuk acara itu, dia harus bisa ngemong anak-anak. Ini jelas memerlukan keterampilan dan kesabaran. Semua kerja keras Okky mengawal Idola Cilik membawa hasil. Tahun lalu, dia terpilih menjadi Presenter Talent Show Terfavorit Panasonic Gobel Awards (PGA) 2010. Ia menyisihkan pembawa acara Ivan Gunawan, Eko Patrio, Ruben Onsu, dan Adi Nugroho.
Tentang kesuksesannya, ia berkata, "Aku tak terlalu berharap saat datang ke acara pemberian penghargaan ini. Sainganku berat, mereka punya kelebihan masing- masing."
Saat naik ke panggung menerima penghargaan itu, ia didampingi sang ibu. Penghargaan itu merupakan impian yang telah lama ia pendam. Kali ini ia meraih impiannya. Tentang penghaargaan itu, ia berkata, "Penghargaan ini untuk ibuku, untuk keluargaku. Penghargaan ini membuatku terpacu untuk meningkatkan kualitas agar semakin baik."
Impian Okky yang lain adalah menyelesaikan kuliah di program pascasarjana kelas eksekutif Hukum Pidana Universitas Padjadjaran. Karena itu, ia agak mengerem kegiatannya sebagai pembawa acara. Ia berkata, "Impianku yang lain banyak banget, tetapi aku ingin S2-ku ini selesai dulu."
Sahabat, banyak hal diimpikan oleh manusia untuk kebahagiaan hidupnya. Tentu saja impian-impian itu sah-sah saja. Namun impian itu mesti menjadi sarana untuk memacu diri seseorang dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Impian tidak boleh membuat orang takut untuk menjalani hidup ini. Mengapa? Ketika orang dibebani oleh berbagai impian bisa saja orang menjadi takut. Orang tidak berani melangkahkan kaki untuk terus berusaha.
Tentu saja situasi seperti itu tidak boleh terjadi dalam hidup manusia. Impian-impian yang digantungkan setinggi langit itu mesti menjadi motivasi bagi seseorang untuk kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Untuk itu, orang juga mesti hati-hati dalam menciptakan impian dalam dirinya. Orang mesti realistis. Orang mesti memimpikan sesuatu yang dapat diraih dalam hidupnya.
Karena itu, orang mesti mendengarkan suara hatinya. Suara hati yang jernih akan membantu seseorang dalam memiliki impian-impian. Kisah Okky dapat membantu kita untuk berusaha meraih impian kita tahap demi tahap. Hanya dengan cara seperti itu suatu impian yang indah dapat kita raih dalam hidup ini.
Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tetap menciptakan impian-impian yang mampu memberi kita motivasi untuk meraih damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Jumat, 01 Juli 2011
Membuat Prioritas dalam Hidup
Menentukan prioritas dalam hidup merupakan sesuatu yang mesti dilakukan oleh setiap orang. Mengapa? Karena dengan prioritas yang dimiliki itu orang dapat fokus dalam hidupnya. Pusat perhatian orang tidak mudah dipecah oleh hal-hal sampingan yang bukan prioritas dalam hidupnya. Dengan prioritas itu orang akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.
Aktris Katherine Heigl yang berusia 32 tahun mesti mengucapkan selamat tinggal pada film serial televisi Grey's Anatomy. Alasannya, biar punya cukup waktu bersama anak perempuannya, Naleigh yang baru berusia dua tahun. Ia ingin memusatkan perhatian pada anaknya itu. Karena itu, ia rela mengorbankan sesuatu yang juga tidak kalah pentingnya dalam hidupnya.
Gosip bertahan atau keluarnya Heigl dari Grey's Anatomy sudah muncul sejak tahun 2007 lalu. Ketika itu dia "meninggalkan" Grey's Anatomy untuk bermain film layar lebar berjudul Knocked Up. Pengalaman bermain dalam film bioskop membuat dia berpikir untuk meninggalkan serial televisi.
Namun faktanya, Heigl tetap bermain untuk serial televisi yang dimulai tahun 2005 itu. Dua tahun lalu ia sempat "istirahat" dari Grey's Anatomy sekitar tiga bulan. Waktu itu, Heigl bersama suaminya, Josh Kelley, baru mengadopsi Naleigh dari Korea. Kali ini dia serius meninggalkan Grey's Anatomy, setelah 118 episode membintangi serial tersebut. Ia terakhir tampil Januari 2010 lalu.
Ia berkata, "Saya sudah selesai dengan Grey's Anatomy. Kami telah bekerja keras menyelesaikan kontrak sebaik-baiknya. Ini saat yang menyedihkan, tetapi inilah yang saya inginkan. Saya telah mengecewakan penggemar (Grey's Anatomy), tetapi juga harus membuat keputusan. Saya berharap pilihan inilah yang terbaik."
Sahabat, adakah kita juga membuat prioritas-prioritas dalam hidup kita? Atau kita hidup mengalir begitu saja seperti air? Tentu saja orang yang punya tujuan hidup pasti membuat prioritas-prioritas dalam hidupnya. Orang mesti berani memilih mana yang lebih penting bagi hidupnya. Orang tidak bisa hidup dibawa arus. Mengapa? Karena manusia telah diberi kebebasan oleh Tuhan untuk menentukan pilihan hidupnya.
Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa ada hal yang paling penting yang mesti diprioritaskan. Orang yang mau maju dan sejahtera dalam hidupnya mesti berani mengorbankan hal-hal yang menjadi kesenangannya pribadi. Ada hal yang lebih penting yang mesti diutamakan seperti yang dilakukan oleh Katherine Heigl.
Orang beriman yang ingin maju mesti mampu menentukan prioritas itu dalam hidup. Tentu saja dalam menentukan prioritas-prioritas itu orang beriman menyertakan Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan menghendaki manusia fokus dalam hidupnya. Tuhan ingin manusia senantiasa mengarahkan seluruh hidupnya pada kebahagiaan hidup.
Mari kita berusaha untuk memiliki prioritas-prioritas dalam hidup ini. Dengan demikian, kita dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/
Aktris Katherine Heigl yang berusia 32 tahun mesti mengucapkan selamat tinggal pada film serial televisi Grey's Anatomy. Alasannya, biar punya cukup waktu bersama anak perempuannya, Naleigh yang baru berusia dua tahun. Ia ingin memusatkan perhatian pada anaknya itu. Karena itu, ia rela mengorbankan sesuatu yang juga tidak kalah pentingnya dalam hidupnya.
Gosip bertahan atau keluarnya Heigl dari Grey's Anatomy sudah muncul sejak tahun 2007 lalu. Ketika itu dia "meninggalkan" Grey's Anatomy untuk bermain film layar lebar berjudul Knocked Up. Pengalaman bermain dalam film bioskop membuat dia berpikir untuk meninggalkan serial televisi.
Namun faktanya, Heigl tetap bermain untuk serial televisi yang dimulai tahun 2005 itu. Dua tahun lalu ia sempat "istirahat" dari Grey's Anatomy sekitar tiga bulan. Waktu itu, Heigl bersama suaminya, Josh Kelley, baru mengadopsi Naleigh dari Korea. Kali ini dia serius meninggalkan Grey's Anatomy, setelah 118 episode membintangi serial tersebut. Ia terakhir tampil Januari 2010 lalu.
Ia berkata, "Saya sudah selesai dengan Grey's Anatomy. Kami telah bekerja keras menyelesaikan kontrak sebaik-baiknya. Ini saat yang menyedihkan, tetapi inilah yang saya inginkan. Saya telah mengecewakan penggemar (Grey's Anatomy), tetapi juga harus membuat keputusan. Saya berharap pilihan inilah yang terbaik."
Sahabat, adakah kita juga membuat prioritas-prioritas dalam hidup kita? Atau kita hidup mengalir begitu saja seperti air? Tentu saja orang yang punya tujuan hidup pasti membuat prioritas-prioritas dalam hidupnya. Orang mesti berani memilih mana yang lebih penting bagi hidupnya. Orang tidak bisa hidup dibawa arus. Mengapa? Karena manusia telah diberi kebebasan oleh Tuhan untuk menentukan pilihan hidupnya.
Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa ada hal yang paling penting yang mesti diprioritaskan. Orang yang mau maju dan sejahtera dalam hidupnya mesti berani mengorbankan hal-hal yang menjadi kesenangannya pribadi. Ada hal yang lebih penting yang mesti diutamakan seperti yang dilakukan oleh Katherine Heigl.
Orang beriman yang ingin maju mesti mampu menentukan prioritas itu dalam hidup. Tentu saja dalam menentukan prioritas-prioritas itu orang beriman menyertakan Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan menghendaki manusia fokus dalam hidupnya. Tuhan ingin manusia senantiasa mengarahkan seluruh hidupnya pada kebahagiaan hidup.
Mari kita berusaha untuk memiliki prioritas-prioritas dalam hidup ini. Dengan demikian, kita dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales, SCJ
http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/